Subscribe:

Labels

Wednesday, November 16, 2011

Wibawakah Anda Menurut Anda


SAAT mendengar kata “berwibawa”, apa yang ada di benak Anda?
Pasti terlintas kata-kata profesional, pekerja keras, cerdas, dikagumi, dan berada di posisi atas.
Kata “berwibawa” biasanya mengacu pada seseorang yang penting, yang segala tindak-tanduk dan ucapannya dianggap penting di kantor.
Namun sesungguhnya orang yang dianggap berwibawa tidak selalu harus atasan. Anda yang masih tergolong karyawan biasa pun bisa meningkatkan wibawa dengan mengikuti 10 hal berikut.

1. Berpakaian profesional
Meski lekat dengan istilah “Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan luar saja,” dalam dunia profesional istilah ini tidak berlaku. Penampilan dihitung dalam penilaian. Ada beberapa tingkatan ekspektasi saat seseorang melihat penampilan orang lain di tempat kerja. Kita tentu memiliki ekspektasi tinggi terhadap penampilan seorang eksekutif. Berpakaianlah seperti seorang eksekutif jika ingin dipandang seperti mereka.

2. Pilih tatanan rambut terbaik
Frances Cole Jones, penulis buku The Wow Factor: The 33 Things You Must (and Must Not) Do to Guarantee Your Edge in Today's Business World, menyarankan agar membersihkan wajah dari rambut. “Rambut yang menutupi wajah akan selalu membuat Anda terlihat lebih muda dan kurang berpengaruh,” kata Jones. Untuk para wanita, potongan rambut berponi sebaiknya dihindari karena akan membuat wajah Anda kekanak-kanakan dan kurang dewasa. Sementara pria disarankan tidak memanjangkan rambut dan menatanya dengan rapi.

Kebetulan itu Pasti



Perjalanan hidup dimulai dari sekarang, dimulai saat kau membaca artikel ini. Saat dimana kau merasa bahwa kau adalah segalanya, kau yang berpikir, kau yang melakukan, kau yang hanya berada di dunia ini. Betapa terasa bahwa hanya diri inilah yang selalu ada dan diperhatikan setiap saatnya oleh diri kita sendiri, oleh keadaan kita sendiri, dan oleh pandangan kita sendiri. Kita berada di diri kita yang tidak dengan terpaksa kita tempati, tanpa dengan sengaja kita inginkan, karena dulunya kita telah memilih untuk menjalaninya, begitulah diri kita saat membaca artikel pendek ini.
Suatu kebetulan apabila kau membaca artikel ini dengan hanya sepintas tanpa memikirkan lebih jauh dan mendalam lagi apa maksud dari artikel yang ditulis ini. Pandangan tentang kehidupankah? Sesuatu yang bermanfaat kah? Sesuatu yang aneh kah? Sesuatu yang nyeleneh kah? Terserah kau, dan begitulah seharusnya anda berpikir saat membacanya. Semua kebetulan itu akan menjadi pasti dan harus anda pastikan dengan pola pikir atau pandangan anda yang segera akan berubah karena pengaruh dari artikel ini. Kehidupan anda pun akan berjalan dengan sangat mudah bahwa anda memang benar-benar ada dan menyadari keberadaan anda bahwa anda adalah orang yang ada, sekarang, dulu, nanti tapi tak pasti.
Dimulai  dengan kata-kata, suatu kebetulan itu pasti. Begitulah kehidupan ini berjalan. Banyak ibarat dan khayalan manusia tentang kehidupan yang berjalan di sekitarnya atau yang sedang dia jalani. Banyak pengalaman yang terungkap dari berbagai versi ilmu dan sudut pandang mengenai kehidupan.

Para Tokoh yang menginspirasi KH. Ahmad Dahlan


Faktor eksternal yang memberikan inspirasi kepada KH.Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah adalah adanya berbagai kebangkitan umat Islam di Timur Tengah. Beberapa tokoh yang menginspirasi KH. Ahmad Dahlan antara lain:

1.       Jamaluddin al-Afgani

Nama lengkapnya adalah Sayyid Jamaluddin Al-Afghani bin Shafdar Al-Husaini yang lahir pada tahun 1835 M di As’adabat dekat Kota Kunar yang termasuk kawasan distrik Kabul bagian timur Afghanistan. Sejak masa kecilnya telah nampak pada diri Al-Afghani kecerdasan dan kemauan yang besar untuk  menggali pengetahuan. Dalam usia delapan tahun ia mulai belajar disiplin ilmu  dan menguasai beberapa ilmu, diantaranya Al-Quran, bahasa Arab, hadits, fiqih, ilmu kalam, politik, sejarah, musik dan termasuk ilmu-ilmu eksak.
Al-Afghani merupakan seorang tokoh pembaharu Islam yang mengajak umat, pemimpin dan kelompok agar bersatu dan bekerjasama dalam meraih kemajuan dan membebaskan diri dari itervensi Barat. Untuk tujuan di tersebut,  Al-Afghani mencetuskan ide Pan Islamisme. Semangat ini dikobarkan ke seluruh negeri Islam yang tengah berada dalam kemunduran dan dominasi Barat.